bp3kpancajaya

Blog Penyuluh Pertanian Panca Jaya

Pemberdayaan Petani Mendukung Peningkatan Rumah Tangga di Lahan Marjinal

Peningkatan pendapatan rumahtangga petani di lahan marjinal merupakan topik seminar yang tepat, karena tujuan utama umat manusia (termasuk para petani yang menempati lahan marjinal) adalah “memenuhi kelangsungan hidup” (survival) dan “membuat kehidupan yang lebih baik” (a better living). Secara teknis dan ekonomis, melalui penguasaan (pemilikan) sumberdaya lahan yang luasnya memadai, dengan pengelolaan usaha pertanian yang produktif disertai dengan penerimaan imbalan (harga produk) yang tinggi, sebenarnya mereka sangat potensial memperoleh penghasilan yang memadai dan berkelanjutan sehingga dapat digunakan untuk mencapai tujuan dimaksud.

Data BPS (2004) menunjukkan bahwa di Propinsi Sulawesi Tengah sebanyak 76,19 % dari penduduk miskin bekerja pada sektor pertanian. Bisa jadi sebagian besar dari petani miskin tersebut berada di wilayah lahan marjinal. Hal ini sejalan dengan pendapat Billah (1983), Warsito (1993), serta Marzuki (1997) bahwa kemiskinan yang muncul pada masyarakat selain dapat terjadi karena keadaan struktural dan kebudayaan juga dapat terjadi karena miskinnya sumber-sumber alam (physical endowment). Di wilayah marjinal pada umumnya produktivitas lahan relatif rendah. Keadaan ini terutama terjadi akibat sebagian besar bentuk wilayah ini bergunung dengan kemiringan lereng > 45%, tanahnya dangkal (< 30 cm) dan berbatu (> 60%) serta kadar BOT (bahan organik tanah) nya sangat rendah. Selain itu, rendahnya produktivitas lahan di wilayah ini juga disebabkan oleh penurunan produktivitas lahan (degradasi), erosi, dan longsor.

Bila saat ini, sebagain besar petani di lahan marjinal belum mencapai tingkat kesejahteraan sebagaimana diharapkan, maka berbagai upaya pemberdayaan perlu dilakukan. Melalui konsep pemberdayaan terdapat dua hal yang dapat diraih para petani di lahan marjinal. Pertama adalah peningkatan pendapatan setiap rumahtangga petani. Kedua adalah pemerataan pendapatan, baik pemerataan pendapatan diantara para petani yang hidup bersamaan dalam sebuah komunitas maupun pemerataan pendapatan antara komunitas petani dengan komponen masyarakat lain dalam sebuah masyarakat yang lebih besar/lebih luas (misalnya di dalam wilayah regional/propinsi atau nasional). Oleh sebab itu, keberpihakan kepada yang lebih lemah (umumnya petani lapisan bawah/petani msikin) harus menjadi landasan utama dalam upaya pembangunan yang menggunakan konsep pemberdayaan. Bisa jadi, hal ini menuntut adanya program-program pembangunan yang spesifik/tidak seragam. Meskipun bagi para fasilitator program pemberdayaan hal ini akan menambah volume pekerjaan tetapi akan dibalas dengan keberhasilan yang lebih sempurna. selengkapnya dapat di download disini

Ditulis oleh: Didik Hadjar Goenadi,  Undang Fadjar dan Aris Wibawa

2 responses to “Pemberdayaan Petani Mendukung Peningkatan Rumah Tangga di Lahan Marjinal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: